Advertisement

Main Ad

Review Blog “Islam Itu Dakwah, Dakwah itu Cinta” Karya Ilham Sadli (Forum Lingkar Pena Cabang Jember)

https://www.ilhamsadli.com/2018/05/islam-itu-dakwah-dan-dakwah-itu-cinta.html

Dalam paparanya, Sadli mencurahkan segala keresahan tumpang tindih pada sekelilingnya dan fenomena yang sedang beredar kita temui di era modern ini. Begitu banyak orang gampang memvonis istilah Islam itu sendiri. Tertanam begitu rapi pola pikir masyarakat jika seandainya kita bincang istilah Islam.

Yang mereka tahu Islam itu teroris, islam itu radikal, dan sebagainya. Sebaliknya jika seseorang itu ingin menaati Agama dengan cara menerapkan segala nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam itu sendiri dalam istilah Agama yakni secara kaffah (menyeluruh). Namun masyarakat dengan mudah menceploskan lidah bahwa ‘orang itu Islamnya garis keras.’

Serba dilema dan benar-benar dualisme berdiri ditengah-tengah masyarakat seperti saat ini.  Jika seandainya masyarakat kenan untuk belajar lebih jauh lagi, padahal Islam telah mengatur sedemikian rupa mulai dari bangun tidur manusia hingga kejapan lelap di penghujung mata. 

Memisahkan politik dengan Agama misalnya, padahal Agama jika benar-benar dikaji akan banyak sekali nilai yang terkandung, bukan saja hal politik, namun ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, sains, dan sebagainya.

“Karena Islam adalah bagaimana memandang hidup, bagaimana memandang mati dan bagaimana memandang hidup setelah mati.

 

Islam itu dakwah, dan dakwah itu maknanya luas.

Dakwah bukan sekedar klise semata. Dakwah bisa diartikan sebagai menyeru manusia untuk hidup dijalan Allah dan mencegah dari perangai kemunkaran. 

Dalam al-Qur’an menegaskan bahwa seseorang dikatakan cinta dengan sebenar cinta kepada saudaranya bisa ditilik dari seberapa dua belah pihak tersebut saling mengingatkan yakni mengajak kebaikan dan mencegah dari hal kemungkaran. 

Idealnya, seseorang menyampaikan dakwah diperlukan kemumpunan ilmu yang matang supaya lebih merasuk ke dalam hati & fikiran para audien. Tidak menutup kemungkinan dalam realitas sosialnya, seseorang lalai dalam memperhatikan strategi dakwah sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ukuran standart minimal dalam dakwah yakni kita hanya berkewajiban untuk turut melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan (Allah). 

Tujuan dakwah yakni menjelaskan kebenaran dan diterima dengan dalih faedah dari penyampaian tersebut. Tidak perlu memakai jalur kekerasan dan paksa terhadap seseorang atau bahkan hanya menampakkan keilmuan semata.

“Dakwah adalah kewajiban seorang manusia, karena dakwah bukan hanya sekedar mengajak tetapi juga memberi masukan, menebar kebaikan, dan saling berbagi.”


Islam itu menebarkan bibit cinta damai

“Stop dakwah dengan marah-marah, ganti dengan ramah tamah.”

Apabila kita menelisik rekam jejak semasa Rasulullah SAW ketika melaksanakan dakwah kepada orang-orang jahiliyah jazirah Arab banyak sekali perbantahan bahkan hendak membinasakan beliau. Namun pada akhirnya beliau sudah dikatakan berhasil dalam dakwah. 

Banyak dari mereka yang masuk Islam dengan waktu relatif singkat ketika itu. Salah satu kunci dari strategi beliau tidak lain adalah dengan cara rahmat yakni kasih sayang, lemah lembut, sejuk dan cinta damai.

“Sungguh mereka yang melakukan pembunuhan itu bukan jihat tetapi jahat, bukan mati syahid tetapi mati sangit, mereka telah mengambil jalan yang salah karena jika benar muslim ia tidak akan merusak dan membunuh. Islam itu damai, islam itu cinta.”

Posting Komentar

2 Komentar