Advertisement

Main Ad

Pentingnya Adil sedari Alam Pikir dalam Menanggapi Fenomena Penistaan terhadap Rasulullah SAW.

Umat Muslim di Pakistan hingga Palestina Demo Kecam Presiden Macron
https://news.detik.com

tupilmabruri- Nabi Muhammad saw. Diutus Allah Swt. Tiada bukan tujuannya adalah menyempurnakan moral manusia. Beliaulah yang mengentas penghuni jahiliyah menuju insan mulia. Nabi Muhammad Saw. Memiliki kelembutan hati yang berbeda dengan nabi dan rasul lainnya. Tatkala nabi Muhammad menyampaikan kabar kebenaran Agamanya, hampir mayoritas penduduk makkah pada waktu itu memusuhi bahkan inisiatif untuk menikam secara diam-diam. Namun bagaimana sikap beliau? Apakah membalasnya dengan memusuhi atau memisuhi? 

Mungkin itu anggapan seperti manusia kita-kita. Itulah menjadi sebab mengapa nabi Muhammad Saw. Disebut-sebut manusia sempurna. Maksudnya, bilamana terjadi suatu permasalahan menimpa kepada diri Rasulullah Saw. Maka tak segan beliau justru menggunakan sudut pandang yang bertentangan dengan jalur sebagaimana manusia lakukan. Biasanya orang-orang menyebut “Lah, itu kan manusiawi. Jadi wajar-wajar saja.” 

Lebih kiranya, seperti ada sebuah perlawanan dalam diri sendiri selayaknya rerata manusia miliki. Barangkali dari sanalah cikal bakal ajaran Islam mampu diterima dengan lapang dada oleh khalayak publik. Bukan seolah-olah “iba” kepada nabi Muhammad Saw. Akan tetapi karena memang nilai-nilai Islam yang dicontohkan oleh nabi Muhammad Saw. Benar-benar bersumber dari Allah Swt. Dan itu semua apakah hanya demi keuntungan Tuhan semata? Yang jelas bukan. 

Meski semua makhluk ciptaan-Nya pada komplen “Mengapa harus manusia yang diangkat menjadi khalifah di bumi? Padahal manusia sendiri begitu sering membuat kerusakan.” Aturan nilai-nilai Islam yang Allah Swt. tujukan kepada manusia salah satu indikatornya adalah sebagai bukti kepada seluruh alam jagad raya, bahwa Allah Swt. Tidak pernah salah pilih, dan berdiri sendiri diatas segala keputusan-Nya.

As-Syekh Usamah al-‘Azhar bersama al-habib Ali Jufri pernah menanggapi persoalan ini pada salah satu stasiun tv dalam acara peringatan maulid nabi Muhammad Saw. Melalui cuplikan yang telah diterjemahkan oleh akun instagram @shaabb_muslim_616_ menyatakan bahwa:

Ya, hal itu pertama kali muncul dari majalah kemudian diteruskan hal tersebut oleh presiden prancis namun muncul reaksi dari sebagian kita yang mencerminkan ekstrem dilawan dengan ekstrem, radikal dibalas dengan radikal dan menyakiti dibalas dengan menyakiti dan dalam lingkaran saling serang yang terus berkobar antara kedua golongan yang sama ekstrem ini, terinjaklah banyak nilai dan norma di tengah jalan, yang mana itu merupakan hakikat dari jiwa ajaran nabi Muhammad Saw. 

Jadi kita tengah menghadapi kejadian terlepas dari segala penilaian dan pertimbangan kecemburuan kita akan kemuliaan nabi itu di atas semua penilaian. Menistakan kemuliaan beliau, atau menodai kehormatan beliau, itu tak dapat diterima dari siapapun; orang kecil, orang besar ini point pertama. 

Poin berikutnya ialah kita harus bersikap bijaksana pada diri kita. Kejadian-kejadian yang kita saksikan akhir-akhir ini mulai dari (kasus) pemenggalan manusia di Paris dan peristiwa yang terjadi hari ini yaitu pembunuhan tiga jiwa di kota Nice dengan senjata tajam. Kejadian ini menurut penilaianku adalah tindak kriminal kelas kakap, tindakan terorisme kelas kakap. Itu juga menistakan kemuliaan nabi, tak lebih mending daripada karikatur dan gambar yang menistakan itu. 

Kita menghadapi banyak hal yang merendahkan nabi. Ada yang berupa tindakan kebencian yang ingin menodai nabi dan ada juga yang bertujuan membela namun justru merobohkan hakikat daripada jiwa syariat nabi Muhammad Saw. Padahal niatnya mau membela syariat nabi Muhammad Saw. Seorang penyair pernah berkata:

“Orang itu mau membantu, tapi tanpa sadar justru mencelakai dan sebagian bakti kadang hakikatnya kedurhakaan.”

Maka saya kontra dengan sikap ekstrem yang menganggap freedom of speech itu tanpa batas. Bahkan sekalipun menodai perasaan dan keyakinan kita. Jelas itu harus ditolak! 

Dan begitupun sebaliknya, upaya penolakan akan hal tersebut dengan tindakan kriminal dan teror, itu juga harus ditolak! 

Lalu bagaimana cara menunjukkan reaksi penolakan yang sesungguhnya? dengan menunjukkan reaksi penolakan yang sesungguhnya adalah jangan sampai kita menjadi tawanan sesaat

Kita tak boleh berhenti hanya pada kejadian ini saja. Kita harus membangun kembali fondasi nilai-nilai moral, etika, ilmu dan peradaban. Yang semua itu dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Itulah penolakan terkuat atas semua orang yang membenci dan menistakan nabi Muhammad Saw. Atau orang yang menisbatkan diri pada Rasulullah Saw. Namun berlaku buruk pada orang lain hingga terulanglah penistaan atas nabi Saw. 

Iya, membangun kembali fondasi akhlak nabi Muhammad Saw. Dalam jiwa-jiwa kita. Memperkuat akhlak mulai hari ini dan seterusnya dengan akhlak yang sesungguhnya dengan kejujuran, cara bersosial yang baik, amanah, pengetahuan, dan peradaban dan dengan mendirikan lembaga-lembaga dan membangkitkan bangsa-bangsa serta dengan menyantuni yang miskin dan menolong yang terdzalimi. 

Pembelaan yang sesungguhnya atas kemuliaan nabi adalah dengan serentaknya umat Islam yang 1,6 Miliar dalam berkomitmen agar umat Islam di muka bumi ini masing-masing individunya saat dilihat oleh dunia mulai pagi ini, esok, dan seterusnya, saat dunia melihat sikapnya, perilakunya, cara bersosialnya, mampu menggambarkan ajaran nabi yang memikat semua hati hingga melalui umat Islam yang kurang 2 Miliar ini, umat manusia yang 7 Miliar sisanya dapat menyaksikan hakikat petunjuk nabi yang bisa menjadikan mereka justru cinta pada nabi nantinya saat itu terwujud barulah kita bisa dibilang menolong ajaran agungnya nabi Muhammad Saw.

Dalam tuturan selanjutnya, al-habib Ali Jufri mengeluarkan ijtihadnya yang menyatakan bahwa:

Pada dasarnya itu memang etika yang dibawa al-Qur’an. Allah Swt. Berfirman menceritakan ucapan istri raja atau menurut sebagian itu ucapan nabi yusuf: dan aku tidaklah mengklaim bebas dari kesalahan, karena sungguh nafsu ini selalu mendorong kepada kejahatan, etika qur’ani yang berupa “tidak mensucikan diri.” 

Kita hidup dengan melalaikan dan mengabaikan etika tersebut. kelalaian akan etika qur’ani inilah yang membuat kita terjatuh dalam perangkap besar. Perangkap tersebut adalah “merasa seluruh dunia adalah musuh kita.” 

Kita umat Islam yang 1,6 M ini seakan harus melawan 7 M umat manusia yang lain yang ada di mukabumi ini, dan itu adalah perintah agama kita dan semua masalah yang terjadi itu penyebabnya karena dunia menjajah kita. 

Tentu ada memang yang mencoba menjajah kita, namun bukan berarti seluruh dunia adalah musuh dan penjajah. Kekasih kita nabi Muhammad Saw. Pada moment yang syekh Usamah ingatkan tadi yaitu pada saat Rasulullah Saw. Disakiti dan diserang kemuliaannya. 

Padahal beliau adalah pemilik kebenaran yang absolut tanpa sisi relatif sedikitpun, sedang para musuhnya dalam tindakannya itu jelas pelaku kesalahan yang absolut tanpa sisi relatif sedikitpun dan yang seperti ini tidak berlaku bagi siapapun setelah beliau dalam sikap-sikapnya. Dan beliau datang hanya untuk mengajak mereka menuju jalan Allah Swt., agar mendapat keselamatan dan surga tapi malah mereka menghujan Rasulullah dengan batu, mereka eksploitasi anak-anak untuk ikut menyerang. Mereka buat kaki beliau sampai berlumuran darah, semua kejahatan itu mereka lakukan pada beliau Rasulullah Saw. Menderita luka secara batin

“Saya datang untuk menolong menyelamatkan namun kalian perlakukan begini.”

Begitupun luka secara fisik yakni luka-luka ditubuhnya hingga darahnya bercucuran. Rasulullah pun mengadu pada Allah Swt., nah mereka kan yang mendzalimi dan menyerang, mestinya kan: “Ya Allah, aku mengadu padaMu perihal serangan mereka dan kebengisan mereka. Aku mengadu padaMu perihal amarah mereka, kekerasan mereka, dan kejahatan mereka. Namun tidak demikian, justru:

“Ya Allah, aku mengadu padaMu perihal lemahnya tenagakudan perihal minimnya usahaku, bahkan saat mereka menghina beliau, eliau tak berkata: “penghinaan mereka terhadapku.” Melainkan: “dan kehinaanku dimata manusia. Engkaulah Tuhan bagi orang-orang lemah, dan Engkaulah Tuhanku.”

Sikap semacam ini, yang berupa intropeksi diri dan kembali pada merendahkan diri di hadapan Allah Swt. Apa lantas hasilnya? Hasilnya ialah alam langit bergerak (tidak terima). Tiba-tiba jibril datang bersama malaikat penjaga gunung, menawarkan:

“Kami siap timpakan dua gunung sekitar makkah ini pada mereka, kami binasakan mereka.”

Rasulullah menjawab:

“jangan,”

“Justru aku berharap dari keturunan mereka, Allah munculkan orang-orang yang membela agama ini.”

(point) yang pertama, beliau tidak melimpahkan kesalahan hanya pada mereka. 

Kedua, beliau menolak membalas ketika diberi peluang untuk membalas. 

Justru Rasulullah tetap mengharap mereka beriman, dan jika jika mereka tak beriman, apa tak ada harapan lagi? Tidak. Masih ada keturunannya. Beliau mengatakan “aku berharap dari keturunan mereka, Allah Swt. Munculkan orang-orang yang membela agama ini.” 

Dengan jiwa semacam ini, sikap dan keadaan hati yang beginilah umat Islam berdiri hingga Islam tersebar dari ujung timur ke ujung barat. Saat kita tinggalkan jiwa semacam itu, terjadilah apa yang kita saksikan hari ini dan jika kita kembali pada jiwa semacam itu, maka keadaan akan kembali baik dan musuh akan tetap ada, dengan adanya jiwa semacam pun musuh tetap ada, dan dengan tak adanya jiwa semacam itu musuh juga tetap ada. 

Namun apa perbedaan keduanya? Dengan jiwa semacam itu, serangan musuh tak akan berpengaruh, tak akan ada efeknya di dunia nyata. 

Namun sebaliknya saat jiwa semacam itu tak ada persoalannya tak lagi tentang pertolongan dari Allah Swt. Persoalannya menjadi berubah antara kepala vs kepala, otot vs otot siapa yang akan menang, keadannya berubah menjadi demikian.

 “Seseorang dikatakan mulia di hadapan Allah Swt., karena memang ada sebuah pemberdayaan nilai-nilai yang telah Allah berikan sejak awal kepada manusia lantas kemudian manusia mengelola semaksimal mungkin hingga titik darah penghabisannya”.

“Berbalas api itu menggunakan air, bukan malah api dengan api.”

07/11/20

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Terimakasih info yang sudah di berikan kawan.

    Jangan lupa kunjungi blog kami iya kawan https://downloadgratisterbaik.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali kak. Siap kak. Saling berkunjung

      Hapus