Advertisement

Main Ad

Tantangan Dakwah di Era Milenial

Dakwah itu bukan Menafikan Huruf ‘H’ 

Pohon, Struktur, Jaringan, Internet, Sosial

Membaca kata dakwah sampai tuntas, bukan memberhentikan atau pun meniadakan huruf “H”. Jika ditiadakan menjadi ‘dakwa’. Dakwah ialah seruan mengajak-ajak menuju kebajikan menolak keburukan, bukan justru dakwa, menuduh pelaku kemaksiatan. 

Masyarakat amatir yang ingin belajar tentang Islam pakai jalur mendengarkan dakwah atau sebatas membaca majalah dengan tujuan mencari ketenangan bukan malah tercerahkan, justru disesatkan.

"Jika tantangan yang dihadapi generasi sebelumnya ialah nyata. Namun era milenial bersifat maya."

Hidup di tengah masyarakat Indonesia, kita akan dihadapkan aneka ragam suku, ras, adat, budaya, dan Agama. Hal ini memicu polarisasi sudut pandang serba-serbi masyarakat yang kita temukan. Terlebih, manusia lahir dengan lintas generasi. 

Orang yang kelahiran 80-an akan saling kontradiksi menjalani hidup dengan orang yang berkelahiran 90-an. Begitu juga seterusnya.


Milenial, makhluk apakah itu?


Era Industri 4.0 merupakan sebutan bagi masyarakat modern sekarang ini terlebih pada kaula muda yang tidak bisa lepas dari teknologi. Takaran dunia berubah seketika. Segala aktivitas manusia tercukupi oleh penggunaan gadget, baik dari sektor pendidikan, ekonomi, sosial, dan Agama sekali pun.

Cukup bermodalkan kuota internet muslim milenial mudah mengakses konten-konten keagamaan dengan instan. Tanpa perlu diolah, yang terpenting mendapat pengakuan identitas diri terlebih dahulu kemudian membagi-bagikan kepada sirkel yang ia kiprahkan di tengah-tengah media sosial. 

Akibatnya berbagai informasi simpang siur, berita hoaks, dan menumbuhkan sentimen terhadap agama, ras, dan kelompok kepentingan menjadi sangat rentan perpecahan.

Dewasa ini, generasi milenial tentu harus berani bersuara dan bertukar pendapat untuk kepentingan bersama. Tudingan anggapan Islam gagap teknologi seharusnya tidak benar. Islam mampu menjulang zaman. Membuktikan bahwa Islam ajaran yang shalih li kulli zaman wa makan (cocok untuk seluruh masa dan tempat).

Mendapatkan wawasan tentang Agama, benar baik. Namun bukan menjadi tepat lagi jika lebih mengenal siapa “ustadz medsos” atau “ajengan dumay” tersebut? Tanpa memperhatikan kualitas kedalaman ilmu bahkan justru dari segi sanad mereka tidak jelas, bencana. 

Dalam tradisi Pendidikan Agama Islam disebut istilah sanad. Kedangkalan wawasan ilmu Agama. Akibatnya menguak dalil-dalil Agama kurang komprehensif. Sehingga mudah memvonis pelaku perbedaan. Yang nyatanya, perbedaan tersebut sudah menjadi satu kesatuan dalam bingkai Nusantara ini.

Sudah saatnya silent major unjuk eksis teknologi, hingga sampai kapan menjadi orang yang berselimutkan api? Mereka yang benar tidak berani menyuarakan kebenaran. Merasa takut, malas berdebat, menjaga hubungan komunikasi, sampai mereka beralasan “Seng waras Ngalah”.

Miris, seandainya kita berdalih dengan iktikad baik Justru menyediakan ruang bagi orang yang melewati batas kemahiran untuk bebas mempengaruhi orang yang baru belajar Agama Islam di dunia digital. 

Sehingga yang sering muncul justru perseorangan yang berlagak peduli Agama namun mendapati kepentingan terselubung. Akibatnya ideologi pemikiran radikalisme dan terorisme mudah bertengger di media teknologi.

Menjadi penting untuk kemudian muslim mengetahui terlebih kaula muda, era milenial ini dakwah secara langsung atau pun tidak langsung sudah menjadi suatu kebutuhan. Karena yang kita ketahui sudah banyak ajaran menyimpang yang masuk ke dalam ajaran agama Islam dan menggunakan metode dakwah. 

Sebab itu, sebagai kaum muda berintelektual dan penerus estafet agama dan bangsa, kita harus bisa menjamah fonemena seperti itu.

"Jika 'Dakwah' menuju jalan terang, maka 'Dakwa' menuju jurang kegelapan."

 


08/10/2020

Posting Komentar

4 Komentar

  1. setuju banget sama poin penutupnya

    "Jika 'Dakwah' menuju jalan terang, maka 'Dakwa' menuju jurang kegelapan."


    terlepas darai banyaknya tantangan yang datang, dakwah pada dasarnya adalah kewajiban setiap insan manusia. Dakwah menuju kebaikan yang kita lakukan setiap hari melalui tingkah dan dialektika kehidupan bermasyarakat sehari-hari

    BalasHapus
  2. makasih sharingnya, dakwah itu harus lembut dan mengena di hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju juga kak. Makin zaman makin orangnya yang lupa berkemanusiaan.

      Hapus