Perpisahan yang Bermakna
Story Wheel -
ㅤHidup tak akan selamanya abadi. Terkadang datang sebuah candaan, pun menyusul sebuah tangisan. Begitu juga dengan pertemuan kala itu. Adakala kita menikmati suasana sebuah kebersamaan dengan orang-orang yang kita cinta dan pada akhirnya waktu yang berbicara atas semuanya. Tak usah menyesali apa-apa yang sudah terjadi, yang seharusnya kita lakukan ialah walk forward, ya, tepat sekali. Berjalan kedepan, tanpa merengek kenangan yang sudah kita rasakan bersama sebelumnya. Itu hanya membuat diri kita merasakan kesakitan yang sangat mendalam dan ketidak nyamanan seseorang untuk melepaskan orang-orang yang dicinta.
ㅤㅤSeyogyanya kita juga harus memposisikan diri kita layaknya sebagai maf’ul bih (dalam gramatika arab). Jangan hanya ingin dimengerti tetapi kita juga harus memengerti. Jadilah sebuah fa’il di semua kondisi. Hidup tidak harus bergantung oleh orang lain secara terus menerus. Keesokan hari kita akan di uji dengan sebuah kesendirian.
ㅤㅤNikmati saja wahai kawan atas semuanya. Tak perlu disesali. Dari kesendirian itulah kita mulai merenung. Dari sanalah diri kita yang sebenarnya. Kesendirian mengajarkan bahwasanya hidup ini sangatlah tak lunak. Dibutuhkan kesabaran dan kesyukuran yang kuat. Dengan begitu kita bisa melewati ini semua.
ㅤㅤYakinlah bahwasanya kamu bisa melewati tanpa orang lain dan tak lupa kamu masih memiliki yang setia terus menerus menemani dikala kamu dalam kondisi sendiri atau banyak orang. Dia selalu menemani dikala kita susah, sementara lainnya menjauh pada kita yakni Sang Pencipta.
ㅤㅤJanganlah kiranya kita terlalu berlebihan untuk menyandarkan segala keadaan pada manusia jika pada ujungnya tidak bisa menghantarkan kepada Sang Pencipta. Sematkanlah dan cobalah bergantung pada Tuhan Yang Maha Esa, fa in Sya Allah hidup mu akan selalu bermakna, berwarna dan bahagia.
Story Wheel -
2 Komentar
Teruskan bakatmu nak 😊
BalasHapusDoanya juga. Mugi tansah barokah manfaat🙆♂️🙇♂️
BalasHapus