Advertisement

Main Ad

Pola Makan


   

   Hai guys, siapa coba yang nggak suka dengan makanan. Sampai-sampai udah tercantumkan kalau pertama kali kenalan sama si doi. Makanan favorite mu apa? Hehe. Jadi flashback ke masa lalu. Makan itu memang membuat lupa akan kesehataan di tubuh kita. Kita baru ingat kesehatan jika kita sakit. Ketika sakit kita baru ingat dengan kapasitas tubuh kita. Dalam kali ini, kita akan mempelajari secara seksama mengapa kita harus mengatur pola makan sedemikian rumit? Dan bagaimana sih tutorial menurut agama Islam mengatur pola makan manusia? 

    Oke guys, agama Islam menganjurkan agar memperhatikan masalah makan. Bukan hanya makan sih, bahkan semua kehidupan kita itu diatur dalam Islam. Untuk mendapatkan sebuah jawaban pertanyaan diatas, manusia diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala meninjau dari predikat Halalan, Tayyiban, artinya secara dzat makanan tersebut memang di legalkan oleh syariat Islam dan secara kayfiyyah(tata cara) mendapatkan makanan tersebut sesuai dengan  ajaran Islam.

     Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam pernah Bersabda di dalam kitab Lubab al-Hadits,

قال النّبي صلى الله عليه وسلّم: ثلاثة توريث قسوة القلب حبّ النّوم وحبّ الرّاحة وحبّ الأكل

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Tiga hal yang bisa menjadikan hati keras adalah suka tidur, suka istirahat (nganggur) dan suka makan".

     Hadits diatas memberikan sebuah peringatan terhadap kita supaya tidak di stemp oleh Nabi Shollallohu alaihi wasallam menjadi manusia yang keras hatinya. Jika sudah terkena apa yang di sabdakan oleh Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam, manusia akan merasa berat melakukan sebuah kebajikan, ibadah-ibadah, dan sulitnya pintu hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk kepada manusia. Tak heran jika seseorang itu dinasihati oleh orangtua, guru, mertuanya tidak ng-effect sama sekali di hati kita.  Bahkan jika Allah Subahanahu wa Ta’ala memerintahkan malaikat-Nya untuk menegur pun masih slow-slow saja seseorang tersebut. Sebab hatinya sudah gelap dan tertutup.

   Lantas, bagaimana cara Islam mengatur pola makan yang sesuai dengan syariat? Alangkah baiknya, kita sama-sama merenung terhadap apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

وقال صلّى االله عليه وسلّم: من أكل فوق الشيع فقد أكل الحرام
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa makan di atas kenyang maka dia benar-benar telah makan haram."
وقال صلّى الله عليه وسلّم: لاصحّة مع كثرة النَوم ولا صحّة مع كثرة الأكل ولا شفاء بحرام
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Tidak ada kesehatan bersama banyaknya tidur, tidak ada kesehatan  bersama banyaknya makan dan tidak ada kesembuhan dengan perkara haram".

   Jadi Islam mengatur segala kehidupan manusia secara universal. bukan saja hal ibadah kita kepada Sang Pencipta melainkan hal sesama manusia, hewan, dan segala makhluk ciptaan Allah SWT.

  Nah, kita coba melihat dari sisi sudut ahli filsuf, yakni Socrates. Siapa yang belum mengenal sosok Socrates hingga sekarang. Beliau adalah seorang filsuf Yunani kuno yang dikenal sebagai salah satu penemu filosofi barat. Socrates pernah berkata bahwa 

"Worthless people live only to eat and drink; people of worth eat and drink only to live".  

Orang yang tidak berguna hidup, hanya untuk makan dan minum; orang yang berguna, makan dan minum untuk hidup".

    Hasil dari riset mahasiswa di Fakultas Kedokteran Univerrsitas Lampung tentang obesitas. Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan oleh beberapa faktor biologik spesifik. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan (Sugondo, 2009).

        Penyebab obesitas sangat kompleks, artinya obesitas disebabkan oleh banyak faktor. Obesitas timbul akibat masukan energi yang melebihi pengeluaran energi. Bila energi dalam jumlah besar (dalam bentuk makanan) yang masuk ke dalam tubuh melebihi jumlah yang dikeluarkan, berat badan akan bertambah dan sebagian energi tersebut akan disimpan sebagai lemak (Guyton, 2007).     Nah guys, so, mari kita sama sama ingat dengan tubuh kita. Kesehatan itu mahal harganya. Seperti perkataan pedangdut Indonesia pak haji Rhoma Irama

”Jagalah sehatmu sebelum sakitmu”

      Kita butuh perenungan sejenak kok sebelum bertindak. Karena itulah yang membedakan kita dengan hewan.


Posting Komentar

0 Komentar